Hari rabu 11 Februari 2026, Packard Foundation bersama CLUA (Climate and Land Use Alliance) melakukan kunjungan ke kantor PD-Institute. Kedatangan mereka disambut oleh pimpinan dan staf PD-Institute. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kemitraan antara Packard dan PD-Institute yang sudah terbangun sejak 2023.
Acara dimulai dengan sesi presentasi oleh Direktur PD-Institute, Elvira Rumkabu yang di dampingi oleh Petrus Farneubun, Kepala Departement Perdamaian dan Transfomasi Konflik. PD-Institute membagikan update terkait riset apa saja yang telah dan sedang dilakukan, jenis produk pengetahuan yang dihasilkan hingga apa saja advokasi yang telah dilakukan ke pihak pengambil kebijakan baik di level kabupaten maupun provinsi.
Diskusi ini menghasilkan berbagai input maupun rencana tindak lanjut dalam memperkuat kerja dan advokasi PD-Institute sebagai think tank di Tanah Papua. Packard Foundation juga memberikan apresiasi terhadap advokasi kebijakan yang dilakukan oleh PD-Institute. Hal ini penting karena level perencanaan pembangunan masih sangat minim diintervensi oleh kelompok masyarakat sipil.
Menurut Elvira Rumkabu, PD-Institute mendapatkan banyak masukan terkait pentingnya memperkuat diseminasi dari banyak temuan menarik yang telah dihasilkan. “Kami sangat sepakat bahwa banyak riset dan temuan menarik yang telah dihasilkan, sehingga kami akan terus memperkuat komunikasi dari hasil produk pengetahuan ini kepada public,” ucap Rumkabu.
Setelah diskusi bersama PD-Institute, dilakukan FGD bersama dengan LBH Papua dan LP3AP. Tujuan diskusi grup ini adalah untuk mengupdate gerakan masyarakat sipil di Tanah Papua, strategi, tantangan, dan kekuatanya.
