Jayapura — Papua Democratic Institute (PD-Institute) menyelenggarakan Pelatihan Riset Perlawanan Nirkekerasan yang berlangsung selama tiga hari, pada 12–14 Februari, bertempat di kantor PD-Institute. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dr. Diah Kusumaningrum, M.A., Asisten Profesor Departemen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, peneliti di Institute of International Studies UGM, serta inisiator Damai Pangkal Damai, database aksi nirkekerasan pertama di Indonesia.
Pelatihan ini diikuti peneliti PD-Institute dan SWARA Akar Papua (SWAP). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas peserta terkait pendekatan nirkekerasan, baik sebagai konsep maupun sebagai praktik sosial yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pengenalan dasar mengenai apa itu nirkekerasan, termasuk ragam contoh praktik nirkekerasan yang berkembang di berbagai belahan dunia. Salah satu sesi penting dalam pelatihan ini adalah pengenalan 198 metode nirkekerasan, yang menunjukkan bahwa nirkekerasan tidak hanya terbatas pada aksi demonstrasi, tetapi juga mencakup berbagai bentuk ekspresi sosial, politik, dan kultural.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman mengenai cara melakukan riset aksi nirkekerasan, mulai dari identifikasi aksi, pendokumentasian, hingga analisis data. Materi ini diharapkan dapat membantu peserta dalam membaca, merekam, dan memahami praktik-praktik nirkekerasan yang selama ini sering hadir namun jarang dikenali secara konseptual.
Melalui pelatihan ini, PD-Institute berharap para peneliti muda memiliki perspektif yang lebih komprehensif mengenai nirkekerasan, serta mampu mengembangkan kerja-kerja riset, advokasi, dan penguatan kapasitas yang berbasis pengetahuan dan pendekatan damai.
Pelatihan ini juga menjadi ruang belajar bersama yang interaktif, reflektif, dan kontekstual, sekaligus membuka diskusi tentang relevansi nirkekerasan dalam dinamika sosial yang terus berkembang.
