Kunjungan dan diskusi bersama Yayasan Humanis & PD-Institute berlangsung pada 12 Maret di Jayapura, Papua. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam mendukung gerakan sipil dan demokrasi di wilayah Papua. PD-Institute sebagai lembaga pemikir berbasis riset dan advokasi kebijakan di Jayapura memperkenalkan diri sebagai organisasi yang fokus pada hak masyarakat adat, transformasi konflik, demokrasi, serta kesetaraan gender dan pemuda. Yayasan Humanis, organisasi nirlaba berbasis di Jakarta yang bekerja di Asia Tenggara untuk kesetaraan, keadilan iklim, dan hak sipil, menjelaskan komitmennya dalam mendukung masyarakat marjinal. Sementara FCDO dari British Embassy menegaskan peran pendukung dalam program hak asasi manusia, demokrasi, dan penguatan ruang sipil di Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Humanis dan PD-Institute mengenai riset RECLAIM yang berfokus pada "Melalui Penataan Ulang Strategi Gerakan Sipil di Papua". Presentasi ini menyoroti pentingnya riset untuk memahami dinamika gerakan sipil, tantangan yang dihadapi, serta strategi baru guna memperkuat peran masyarakat sipil di tengah konteks politik dan sosial Papua yang kompleks.
Dalam diskusi mendalam, Humanis menyampaikan minat khusus terhadap peran PD-Institute dalam assessment konteks lokal, pemetaan aktor kunci, serta upaya penguatan demokrasi dan ruang sipil. Diskusi juga membahas bagaimana PD-Institute melakukan analisis mendalam berbasis lapangan untuk mendukung advokasi yang efektif. Pertemuan ini juga menekankan penguatan kolaborasi antara PD-Institute dan Humanis, khususnya dalam produksi analisis konteks berkualitas serta pengembangan strategi advokasi bersama yang dapat memengaruhi kebijakan lebih luas.
Humanis dan PD-Institute juga membahas kemungkinan kolaborasi untuk mendukung kerja-kerja mendatang, termasuk pelatihan kapasitas, diseminasi hasil kajian, serta bentuk dukungan lain yang relevan. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan guna memperkuat gerakan sipil dan demokrasi di Papua melalui riset RECLAIM yang inklusif dan berorientasi dampak.
