Sejarah
Papua
Democratic Institute yang
disingkat PD-Institute didirikan pada 10 Desember 2023 dan
berperan sebagai lembaga pemikir untuk advokasi pengetahuan dan kebijakan di
Tanah Papua. Sebagai lembaga perantara, PD-Institute mengkaji sistem
pengetahuan, nilai, praktek dan pembelajaran yang terkait dengan pembangunan
dan masyarakat adat, pemuda dan keadilan gender, demokrasi dan kebijakan
publik, serta perdamaian dan transformasi konflik
Arti
Logo
Logo Papua Democratic Institute (PD-Institute) menggambarkan empat
figur manusia yang tersusun dalam bentuk lingkaran dengan ragam warna yang
berbeda. Bentuk ini melambangkan kekuatan
kolektif, pluralisme, dan semangat demokrasi yang hidup dalam masyarakat Indonesia, dan secara khusus di Tanah
Papua yang kaya akan keragaman budaya, suku, bahasa, serta sistem pengetahuan
lokal.
Figur manusia yang saling menghadap dan terhubung mencerminkan
nilai kesetaraan,
saling menghargai, dan pengakuan terhadap sesama sebagai fondasi kehidupan demokratis. Dalam ruang lingkaran yang
egaliter ini, setiap individu dan kelompok dipandang memiliki martabat yang
setara, serta memiliki hak untuk didengar, berpartisipasi, dan berkontribusi
dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan bersama.
Ragam
warna dalam logo merepresentasikan keberagaman
identitas, pengalaman, dan perspektif pengetahuan yang hidup di masyarakat. Warna-warna tersebut juga memiliki makna
simbolik yang mencerminkan nilai dan orientasi kerja PD-Institute, adalah
sebagai berikut :
a.
Warna merah melambangkan semangat,
keberanian, dan penuh energi untuk memperjuangkan
keadilan sosial, demokrasi, serta perlindungan hak-hak masyarakat. Warna ini
menggambarkan tekad untuk menghadirkan perubahan sosial yang berpihak kepada
Masyarakat.
b.
Warna biru melambangkan pengetahuan,
refleksi, dan kedalaman berpikir, yang menjadi
fondasi utama dalam kerja riset dan pengembangan kebijakan. Biru juga
mencerminkan semangat keterbukaan dan dialog dalam membangun pemahaman bersama.
c.
Warna coklat melambangkan keterhubungan
dengan tanah, alam, dan kehidupan masyarakat adat. Warna ini
merepresentasikan akar budaya, nilai-nilai lokal, serta relasi spiritual dan
ekologis masyarakat Papua dengan tanah, hutan, dan laut sebagai ruang hidup
mereka.
d.
Warna hitam melambangkan keteguhan,
kekuatan, dan ketahanan, yang mencerminkan daya tahan
masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan ekologis.
Warna ini juga merepresentasikan kedalaman identitas dan martabat masyarakat
Papua.
Secara
filosofis, logo ini mencerminkan komitmen PD-Institute dalam mendorong kedaulatan atas pengetahuan (knowledge
sovereignty), yaitu pengakuan bahwa masyarakat memiliki hak untuk memproduksi,
mengelola, dan menggunakan pengetahuan mereka sendiri sesuai dengan nilai,
pengalaman, dan kebutuhan hidup mereka. Dalam kerangka ini, PD-Institute
berperan sebagai ruang
pertemuan pengetahuan (knowledge hub) yang mempertemukan masyarakat adat, komunitas lokal, akademisi,
organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah untuk berbagi pengalaman, membangun
dialog, serta menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi transformasi sosial
dan ekologis di Papua.
Visi
Keadilan Untuk Papua
Misi
2. Melakukan riset yang terpacaya dan independen terkait isu demokrasi dan kebijakan publik, pembangunan dan masyarakat adat, pemuda dan keadilan gender, serta perdamaian dan transformasi konflik.
3. Melakukan advokasi pengetahuan dan kebijakan berbasis riset terkait dengan isu demokrasi dan kebijakan publik, pembangunan dan masyarakat adat, pemuda dan keadilan gender, serta perdamaian dan transformasi konflik.
Lingkup Kerja
Riset
PD-Institute
memproduksi research-based evidence untuk mendukung proses
pembuatan kebijakan dan diskursus publik untuk beragam isu sosial ekonomi dan
politik melalui pendekatan interdisipliner dan sensitif konflik. Riset juga
menjadi instrumen untuk advokasi pengetahuan tentang dan untuk Papua.
Asistensi Teknis
Mendukung
sharing kapasitas dan pengetahuan aparatur pemerintah daerah, organisasi
masyarakat sipil akademisi,mitra pembangunan serta sektor swasta lainnya dalam
formulasi kebijakan berbasis riset.
Publikasi dan Advokasi
Tujuan
utama dari riset PD-Institute adalah mendorong advokasi pengetahuan dan inovasi
kebijakan sehingga hasil kajian dikemas dalam beragam produk seperti buku
populer, buku cerita anak, jurnal akademik, modul, podcast, film dokumenter,
policy brief dan naskah akademik. Ragam publikasi diharapkan dapat menjangkau
kalangan yang lebih luas dan mendorong dukungan publik serta replikasi untuk
program atau advokasi yang diminati.
Membangun Koalisi
Sebagai
lembaga pemikir, PD-Institute tidak bekerja sendiri tetapi membangun aliansi
strategis dengan mitra seperti lembaga riset independen, CSO, maupun akademisi
di level lokal, nasional dan regional yang mendorong isu dan tujuan yang sama.
Manajemen Pengetahuan
Aset
pengetahuan yang diproduksi melalui riset memperkaya body of knowledge terkait
Papua khususnya dalam isu pembangunan dan masyarakat adat, pemuda dan keadilan
gender, demokrasi dan kebijakan pubik serta perdamaian dan transformasi
konflik. Pengetahuan tersebut dikelola dan didiseminasi untuk publik dan
digunakan untuk memperkaya dan mendorong inovasi kebijakan berbasis riset baik
untuk pemerintah maupun non-pemerintah.