"Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru Berbasis Masyarakat Adat
di Kabupaten Supiori"
Latar Belakang
Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru muncul
sebagai konsep dan framework yang mempengaruhi diskursus dan kebijakan
pembangunan secara global serta dipercaya menjadi jalan menuju
keberlanjutan. Alhasil, ekonomi hijau dan biru seringkali
dilihat sebagai sebuah terminology baru yang perlu di introduksi ke masyarakat
untuk keberlanjutan lingkungan dan penghidupan. Namun praktek dan pengelolaan
sumber daya alam yang dilakukan oleh masyarakat adat baik yang ada di darat, di
laut dan pesisir telah memenuhi prinsip ekonomi biru dengan menjaga
keseimbangan alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Meski demikian, masih
minim literature yang mengkaji tentang prinsip, praktek, dan implementasi ekonomi
hijau yang berbasis pada sistem pengetahuan masyarakat adat.
Dengan kombinasi bentang alam yang
terdiri dari cagar alam, hutan lindung, pesisir dan pulau-pulau kecil,
Kabupaten Supiori memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat penting bagi
keberlanjutan ekosistem. Keterhubungan landscape wilayah ini juga memperlihatkan
sebuah rantai ekologis yang tidak bisa dipisahkan. Hutan menjaga aliran air dan
kestabilan tanah, aliran sungai membawa nutrisi hingga ke laut, dan laut dengan
pusat keanekaragaman hayati memberi kembali sumber protein dan ekonomi bagi
kampung-kampung pesisir. Semua proses itu menciptakan sebuah siklus hidup yang
utuh, di mana darat dan laut saling bergantung satu sama lain.
Riset ini tidak hanya memetakan
biodiversitas dan potensi ekonomi. Bersama masyarakat adat Byak, kami
menganalisis makna ruang hidup, nilai dan praktek pengelolaan alam yang
didasarkan pada sistem pengetahuan komunal. Di sisi lain, kami juga
menganalisis ragam perubahan dan ancaman terhadap manusia dan ruang hidupnya
baik karena kebijakan pembangunan, praktik illegal fishing, hingga perubahan
iklim. Riset ini juga difokuskan pada analisis kebijakan terkait program
ekonomi hijau dan biru yang telah dilakukan, tantangan dan implementasinya.
Dengan menganalisis gap dan tantangan dalam kebijakan pemerintah daerah serta
upaya mengetengahkan pengetahuan dan praktik pengelolaan alam berbasis
masyarakat adat, riset ini memberikan rekomendasi kebijakan terkait model
ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Tujuan
1. Mendokumentasikan
sistem pengelolaan alam berbasis ekonomi biru dan hijau yang dipraktekan oleh
masyarakat adat di darat, laut dan pesisir.
2. Membangun
model pengelolaan alam berbasis ekonomi
biru dan hijau dengan mengintegrasikan pengetahuan, kearifan dan sistem
pengelolaan komunal.
3. Mendokumentasikan
strategi mitigasi perubahan iklim oleh masyarakat adat.
4.
Memberikan rekomendasi bagi strategi
pembangunan daerah yang berbasis pada prinsip dan praktek ekonomi biru dan
hijau.
Koordinator
Septer Manufandu
Peneliti
Septer Manufandu
Elvira Rumkabu
Paulus Boli
Hendri
Asrida Elisabeth
Julius Ary Mollet
Rudi Aprianto Maturbongs
Status
Selesai
Tahun Penyelesaian
2025
Pemberi Dana Proyek
The David & Lucila Packard Foundation
Topik
Masyarakat
Adat, Ekonomi Biru, Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan
Wilayah Studi
Kabupaten Supiori