“Ekonomi Hijau Berbasis Masyarakat Adat
di Kabupaten Mappi”
Latar Belakang
Masyarakat adat dalam kerangka model pembangunan ekonomi
kerap dilihat sebagai objek yang harus diasimilasi dengan budaya modern yang
dominan. Hal ini membuat mereka teralienasi dari cara hidup, pengetahuan dan
praktik yang sudah lama dilakukan. Hal ini berlaku juga dalam diskursus dan
implementasi hijau di Tanah Papua.
Agenda hijau yang dilakukan secara top down dari
global, nasional hingga lokal/daerah, telah mengeksklusi pengetahuan masyarakat
adat. Akan sangat sulit untuk mencapai trasnsformasi struktural tanpa
mengkonfrontasi dan merekognisi ketidakadilan historis yang sedang dialami oleh
masyarakat adat. Tujuan utama dari riset ini adalah memperkuat
posisi masyarakat adat, tidak sekedar dalam kerangka partisipasi yang
prosedural memainkan peran utama dalam membentuk agenda hijau. Yang didorong
juga antara lain indigenous-led governance models. Oleh karena
itu, penelitian ini mengadvokasi struktur tata kelola adat untuk dilekatkan
pada kerangka regulasi dan pembuatan keputusan.
Pemilihan Kabupaten Mappi sendiri
menjadi lokus riset menjadi sangat penting. Pertama, Kabupaten Mappi terletak
di provinsi Papua Selatan yang sekarang menjadi landscape utama dalam berbagai
agenda ‘hijau’ oleh negara. Dinamika Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke
tentu saja memiliki pengaruh pada situasi di Mappi. Sehingga penelitian ini
juga mengelaborasi terkait dengan PSN maupun kegelisahan masyarakat adat
terkait agenda tersebut. Kedua, masih cukup minim literatur yang membahas
terkait Mappi. Padahal Mappi dengan kekayaan biodiversitasnya memiliki potensi
besar dalam agenda hijau. Ketiga, meskipun minim dalam kajian literatur, namun
masyarakat adat di Mappi telah terhubung dengan pasar global sejak tahun 1970an
dengan adanya pasar untuk komoditas karet. Tulisan dalam buku ini juga akan
membahas tentang bagaimana Mappi sudah ada dalam rantai pasar global hingga
sekarang, khususnya dengan produksi Gaharu. Keempat, keanekragaman hayati Mappi
yang tinggi berkontribusi penting bagi agenda hijau di Papua, nasional dan
secara global. Itu sebabnya, perlu ada model ekonomi hijau berbasis adat yang
diformulasikan dan diintegrasikan ke dalam kebijakan di level daerah maupun
nasional. Kelima, terdapat ragam praktik ekonomi hijau yang ramah lingkungan
dan berbasis budaya yang masih minim diteliti.
Tujuan
1.
Mendokumentasikan
sistem pengelolaan alam berbasis ekonomi hijau yang dipraktekan oleh masyarakat
adat di Kabupaten Mappi.
2. Membangun
model pengelolaan alam berbasis ekonomi hijau dengan mengintegrasikan
pengetahuan, kearifan dan sistem pengelolaan komunal.
3.
Memberikan
rekomendasi bagi strategi pembangunan daerah yang berbasis pada prinsip dan
praktek ekonomi hijau. Diharapkan melalui studi ini, terdapat sebuah model
pengelolaan ekonomi yang lebih adil dan sesuai dengan logika ekonomi masyarakat
adat.
Koordinator
Elvira Rumkabu
Anggota Tim
Septer Manufandu
Ferawati Runtuboi
Rudi Aprianto Maturbongs
Jimmy Frans Wanma
Asrida
Elisabeth
Cyprianus Jehan Paju Dale
Veronika Kusumaryati
Trinovianto Hallatu
Status
Selesai
Tahun Penyelesaian
2026
Pemberi Dana Proyek
The David & Lucila Packard Foundation
Topik
Masyarakat
Adat, Ekonomi Hijau, Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan
Wilayah Studi
Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan