Advokasi Supiori 2

Perubahan Iklim dan Mitigasi di Kabupaten Supiori

Menyoroti kerentanan wilayah Daerah Supiori dan kepulauan sekitarnya terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir, perubahan pola curah hujan, serta ancaman terhadap ekosistem pesisir. Melalui pendekatan berbasis riset ekonomi biru dan penghidupan berkelanjutan, laporan ini merekomendasikan strategi mitigasi seperti penguatan ketahanan masyarakat adat terhadap bencana, pelestarian lahan gambut tidal untuk penyimpanan karbon, serta integrasi kebijakan lokal dalam adaptasi iklim untuk mendukung pembangunan hijau di daerah tersebut.

Riset Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru Berbasis Masyarakat Adat di Kabupaten Supiori

Menyoroti potensi biodiversitas, perikanan, kehutanan, serta kearifan lokal Masyarakat Byak di Kabupaten Supiori dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan tokoh adat, perempuan, pemuda, dan pemangku kepentingan lokal, riset ini menganalisis praktik ekonomi hijau (berbasis darat dan kehutanan) serta ekonomi biru (berbasis laut dan pesisir), sambil mengintegrasikan identitas budaya, mitigasi perubahan iklim, dan model pembangunan yang adil serta ramah Masyarakat Adat. Hasil riset paparkan melalui konsultasi publik, seminar, dan publikasi buku untuk mendorong kebijakan daerah yang menjadikan Supiori sebagai contoh implementasi ekonomi berkelanjutan di Tanah Papua.

Advokasi Supiori 1
Advokasi Mappi

Riset Ekonomi Hijau Berbasis Masyarakat Adat di Kabupaten Mappi

Menekankan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat adat seperti suku Awyu dan Malind dengan potensi alam daratan Papua Selatan, termasuk hutan, lahan gambut, dan sumber daya non-kayu. Melalui metode partisipatif yang melibatkan tokoh adat, perempuan, pemuda, serta pemangku kepentingan, riset ini menganalisis model ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan berbasis hak ulayat, termasuk pengelolaan sumber daya alam yang adil, perlindungan biodiversitas, serta mitigasi dampak pembangunan ekstraktif.

Scroll to Top