Perkuat Desain Penelitian RECLAIM, PD-Institute Menggelar Workshop

Papua Democratic Institute (PD-Institute) menggelar workshop desain penelitian bertajuk “RECLAIM Through Re-strategizing the Civil Movements in Papua” pada Kamis dan Sabtu, 28 dan 30 Mei 2026 di Hotel Horison Kotaraja. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini bertujuan menyusun strategi riset yang lebih kontekstual guna memperkuat gerakan masyarakat sipil di Papua dalam merebut kembali ruang sipil yang semakin terdesak akibat democratic backsliding dan ekspansi industri ekstraktif.

Untuk mendapatkan masukan terhadap desain penelitian, PD-Institute mengundang beberapa narasumber dengan kepakaran advokasi yang beragam. Pada sesi sharing tanggal 28 Mei, Siti Khoirun Ni’mah, Direktur International NGO Forum on Indonesian Development atau INFID memaparkan situasi kemunduran demokrasi baik di tingkat nasional maupun global, serta pentingnya evidence-based advocacy dan kolaborasi lintas sektor. Sementara Tigor Hutapea dari Yayasan Pusaka Bentala Rakyat membagikan pengalaman advokasi isu tanah adat dan Proyek Strategis Nasional, menekankan pendekatan dekolonisasi, pengorganisiran masyarakat, serta tantangan pendanaan dan keamanan yang dihadapi CSOs di Papua.

Pada hari kedua, Sabtu 30 Mei 2026, workshop berlanjut dengan sesi sharing dari WWF. Pimpinan WWF Program Papua, Wika Rumbiak, menjelaskan pendekatan konservasi yang inklusif dengan menempatkan masyarakat adat dan perempuan sebagai pilar utama resiliensi. Terdapat setidaknya empat strategi utama yang dilakukan yaitu advokasi perencanaan ruang, pendampingan ekonomi komunitas, edukasi berbasis ekosistem, serta monitoring ilmiah, dengan penekanan pada soft advocacy, penguatan hak adat melalui pemetaan partisipatif, dan pengembangan ekonomi restoratif berbasis pengetahuan lokal.

Wika Rumbiak juga membahas inisiatif PACE (Papua Asia Australia Connectivity of Ecology) serta pentingnya capacity building bagi masyarakat adat agar mampu menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada pemerintah. WWF menekankan pentingnya exit strategy agar komunitas dapat mandiri, sekaligus memastikan setiap program di dukung riset yang kuat dan mitigasi risiko yang baik.

Para peneliti melihat pentingnya pemaparan dari para narasumber sebagai bahan masukan bagi desain riset RECLAIM.  Sebagai tindak lanjut, tim peneliti akan melakukan identifikasi awal terhadap situasi dan konteks CSOs Papua dan mendesain beberapa pertanyaan kunci serta instrumennya. Riset RECLAIM ini sendiri rencananya akan dilaksanakan selama satu tahun dengan dukungan dari Yayasan Humanis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top