19 Desember 2025, Menjelang akhir tahun Papua Democratic Institute (PD institute) dengan sukses menggelar peluncuran 3 buku dengan judul acara “Membongkar Paradigma Pembangunan Berbasis Masyarakat Adat di Tanah Papua”. Adapun tiga buku yang di luncurkan oleh PD-Institute yaitu “Mappi Berkelanjutan, Menata Pembangunan Ekonomi Hijau Berbasis Alam dan Adat”, “Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru, Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Adat Byak di Kabupaten Supiori” dan “Paradigma dan Praktek, Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru Berbasis Masyarakat Adat di Tanah Papua”. Kegiatan itu di selenggarakan di Ballroom Hotel Horizon Abepura dengan mengundang para penulis buku, para peneliti, perwakilan pemerintah Provinsi Papua, komunitas muda serta masyarakat adat Mappi dan Supiori yang berada di Jayapura.
Acara ini dibuka oleh Elvira Rumkabu selaku Direktur PD Institute. Dalam sambutannya, Rumkabu menekankan pentingnya kehadiran PD-Institute dalam melakukan riset untuk advokasi pengetahuan dan kebijakan di Tanah Papua. Untuk memperkuat diskusi buku, Prof.Frans Reumy, Guru Besar Fakultas Hukum, UNCEN menyampaikan keynote speech. Ia memaparkan gap besar dalam advokasi kebijakan pembanganan di Tanah Papua, sehingga riset PD-Institute menjadi penting untuk memberikan makna bagi pembagunan yang sejati.
Para penulis juga hadir secara offline dan online untuk memaparkan hasil penulisan mereka dalam chapter buku yang akan di luncurkan. Beberapa peneliti yang hadir dan berdiskusi adalah:
Untuk Buku Supiori oleh Septer Menufandu, Rudi Maturbongs, Paulus Boli dan Hendri.
Untuk Buku Mappi oleh Elvira Rumkabu, Cypri Dale dan Ferawati Runtuboi.
Yang Terakhir untuk Buku Paradigma dan Praktek oleh Petrus Farneubun dan Usilina Epa.
Tujuan utama peluncuran buku ini tidak hanya untuk memperkenalkan 3 buku terbaru tersebut kepada masyarakat luas, melainkan juga untuk mendiskusikan konten-konten isi dari buku yang akan di luncurkan dengan tanya jawab dan panel diskusi, agar hasil yang diskusi dan pertanyaan dapat menjadi tumpuan pembelajaran dan perbaikan serta tambahan konten penulisan kedepannya.
Acara ini juga di meriahkan oleh Konaks Kids Akustik (KOKI) dan di pimpin oleh 2 MC yaitu Listhon Bonaimura dan Feni Wenda dari Swara Akar Papua (SWAP), serta juga terdapat pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung dan yang dapat menjawab kuis yang di adakan.

Acara ini dibuka oleh Elvira Rumkabu selaku Direktur PD Institute. Dalam sambutannya, Rumkabu menekankan pentingnya kehadiran PD-Institute dalam melakukan riset untuk advokasi pengetahuan dan kebijakan di Tanah Papua. Untuk memperkuat diskusi buku, Prof.Frans Reumy, Guru Besar Fakultas Hukum, UNCEN menyampaikan keynote speech. Ia memaparkan gap besar dalam advokasi kebijakan pembanganan di Tanah Papua, sehingga riset PD-Institute menjadi penting untuk memberikan makna bagi pembagunan yang sejati.
Para penulis juga hadir secara offline dan online untuk memaparkan hasil penulisan mereka dalam chapter buku yang akan di luncurkan. Beberapa peneliti yang hadir dan berdiskusi adalah:
Untuk Buku Supiori oleh Septer Menufandu, Rudi Maturbongs, Paulus Boli dan Hendri.
Untuk Buku Mappi oleh Elvira Rumkabu, Cypri Dale dan Ferawati Runtuboi.
Yang Terakhir untuk Buku Paradigma dan Praktek oleh Petrus Farneubun dan Usilina Epa.
Tujuan utama peluncuran buku ini tidak hanya untuk memperkenalkan 3 buku terbaru tersebut kepada masyarakat luas, melainkan juga untuk mendiskusikan konten-konten isi dari buku yang akan di luncurkan dengan tanya jawab dan panel diskusi, agar hasil yang diskusi dan pertanyaan dapat menjadi tumpuan pembelajaran dan perbaikan serta tambahan konten penulisan kedepannya.
Acara ini juga di meriahkan oleh Konaks Kids Akustik (KOKI) dan di pimpin oleh 2 MC yaitu Listhon Bonaimura dan Feni Wenda dari Swara Akar Papua (SWAP), serta juga terdapat pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung dan yang dapat menjawab kuis yang di adakan.

