
Pagi hari pada 10 Desember 2025, Papua Democratic Institute melaksanakan
Seminar Publik Untuk Riset Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru di Kabupaten Supiori bersama dengan Pemerintah Daerah Supiori. Kegiatan ini di gelar di Sorendiweri, dengan mengundang Bupati Kab. Supiori diwakilkan oleh Assisten 1 Sekda Kabupaten, OPD terkait, perwakilan pelembagaan Adat di Kabupaten dan berbagai perwakilan masyarakat adat dari kampung-kampung.
Seminar ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil penelitian ekonomi hijau dan ekonomi biru berbasis masyarakat Biak di Kabupaten Supiori. Adapun beberapa penelitian yang di sampaikan ke peserta adalah kebijakan ekonomi hijau dan biru, aktor atau pemeran utama bergeraknya ekonomi hijau dan biru ini, perubahan iklim dan dampaknya ke Daerah Supiori, identitas dan kosmologi Masyarakat Adat Biak, dan sistem tunda atau sistem pencarian ikan unik masyarakat Supiori khususnya yang di daerah Sowek. Hasil yang di sampaikan diharapkan menjadi prioritas rekomendasi Pembangunan di Supiori dan juga Papua secara Keseluruhan.
Sambutan dan pembukaan acara oleh Asisten I Sekda Supiori mewakili Bupati Supiori "Pemerintah menegaskan dukungan penuh terhadap upaya penyusunan rekomendasi kebijakan yang berakar pada nilai adat dan prinsip keberlanjutan ekologis. Pemerintah menilai bahwa Kabupaten Supiori kini berada pada fase penting Pembangunan sebuah momentum untuk mengembangkan model ekonomi hijau dan ekonomi biru yang tidak hanya mengikuti arah kebijakan nasional, tetapi juga berpijak pada kearifan lokal, menjaga kelestarian hutan, melindungi pulau-pulau kecil, dan memperkuat pesisir".
Dalam seminar publik ini didapatkan beberapa hasil yaitu, catatan-catatan dari masyarakat yang akan didiskusikan selanjutkan di konsultasi publik, validasi penelitian dengan melibatkan masyarakat dan OP terkait, harapan untuk publikasi lanjutan selain dari buku yang akan di terbitkan serta akomodasi naskah akademik.
