Papua Democratic Institute (PD-Institute) mengadakan “Konsultasi Publik Untuk Riset Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru di Kabupaten Supiori” pada tanggal 10 Desember 2025 di Sorendiweri, Supiori. Kegiatan ini adalah kolaborasi yang diadakan oleh PD-Institute dan
Pemerintah Kabupaten Supiori, Peserta yang hadir meliputi kalangan kelembagaan Adat Kabupaten Supiori, Perwakilan Masyarakat Adat dari berbagai kampung dan juga perwakilan OPD yang terkait.
Konsultasi Publik ini bertujuan membagikan hasil riset dan penelitian yang telah di lakukan di Kabupaten Supiori selama kurang lebih satu setengah tahun dengan harapan hasil penelitian yang di paparkan akan menerima kritikan dan masukan. Beberapa penelitian yang di paparkan meliputi kebijakan ekonomi hijau dan biru, catatan etnografis orang byak di Supiori dan sistem tunda yang di pakai Masyarakat Adat Supiori.
Secara keseluruhan tanggapan peserta sangat positif, beberapa contoh tanggapan oleh peserta adalah sebagai berikut “Terima kasih sudah membuat cerita tentang kami. Melihat apa yang menjadi kekurangan kami dan solusi apa yang perlu”- Bapak dari Sowek. Juga ada beberapa tanggapan
kegelisahan seperti yang di sampaikan seorang Ibu “kita harus menjernihkan posisi kelembagaan adat sekarang. Darimana legitimasi yang didapatkan? Dewan Adat mana yang harus kita pilih?“.
Hasil akhir dari konsultasi publik ini diharapkan bisa memperbaiki hal yang salah atau menambahkan sesuatu yang kurang agar publikasi yang akan diterbitkan nanti sesuai dengan tata cara dan Adat Pemilik Pengetahuan. Masukan yang di terima ini juga akan menjadi rekomendasi kebijakan-kebijakan yang akan dibentuk oleh lembaga Pemerintahan yang terkait.
Pemerintah Kabupaten Supiori, Peserta yang hadir meliputi kalangan kelembagaan Adat Kabupaten Supiori, Perwakilan Masyarakat Adat dari berbagai kampung dan juga perwakilan OPD yang terkait.
Konsultasi Publik ini bertujuan membagikan hasil riset dan penelitian yang telah di lakukan di Kabupaten Supiori selama kurang lebih satu setengah tahun dengan harapan hasil penelitian yang di paparkan akan menerima kritikan dan masukan. Beberapa penelitian yang di paparkan meliputi kebijakan ekonomi hijau dan biru, catatan etnografis orang byak di Supiori dan sistem tunda yang di pakai Masyarakat Adat Supiori.
Secara keseluruhan tanggapan peserta sangat positif, beberapa contoh tanggapan oleh peserta adalah sebagai berikut “Terima kasih sudah membuat cerita tentang kami. Melihat apa yang menjadi kekurangan kami dan solusi apa yang perlu”- Bapak dari Sowek. Juga ada beberapa tanggapan
kegelisahan seperti yang di sampaikan seorang Ibu “kita harus menjernihkan posisi kelembagaan adat sekarang. Darimana legitimasi yang didapatkan? Dewan Adat mana yang harus kita pilih?“.
Hasil akhir dari konsultasi publik ini diharapkan bisa memperbaiki hal yang salah atau menambahkan sesuatu yang kurang agar publikasi yang akan diterbitkan nanti sesuai dengan tata cara dan Adat Pemilik Pengetahuan. Masukan yang di terima ini juga akan menjadi rekomendasi kebijakan-kebijakan yang akan dibentuk oleh lembaga Pemerintahan yang terkait.
