FGD Partisipatif Bersama Organisasi Masyarakat Sipil : Transformasi Sistem Pangan dan Strategi Resiliensi Masyarakat Hubula di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya

PD-Institute Menggelar FGD Partisipatif bersama Organisasi Masyarakat Sipil yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Tokoh-tokoh Adat Hubula dari 3 Distrik yaitu Distrik Hubikosi, Distrik Kurulu dan Distrik Wadangku. Wawancara mendalam juga dilakukan dengan perwakilan lembaga masyarakat sipil, gereja, dan kelembagaan adat yang memiliki keterkaitan langsung dengan isu sistem pangan dan resiliensi masyarakat adat Hubula. Narasumber dari kelompok ini berasal dari 11 lembaga/kelompok berikut: Yayasan Bina Adat Welesi (YBAW), Yayasan Humi Inane, STIPER Petra Baliem Wamena, Jaringan Perempuan Adat, Sekolah Adat Walelagama, Sekolah Adat Yogonima, Gereja Katolik, Paroki Pikhe, Paroki Kurulu, dan Stasi Watlangku, serta Dewan Adat Hubula.

FGD Partisipatif bersama Organisasi Masyarakat Sipil ini bertujuan untuk menggali informasi dan perspektif dari lembaga/aktor lokal terkait isu penelitian — perubahan sistem pangan, pertanian, dan resiliensi masyarakat adat Hubula.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua DAP Dominikus Sorabut, menekankan bahwa riset yang dilakukan oleh DAP dan PD-Institute dilakukan dengan kesadaran bahwa pemilik pengetahuan ada di masyakarat adat (MA) sehingga proses pelibatan sejak awal dalam penelitian ini haruslah dengan Masyarakat Adat. Ketua DAP juga menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memagari nilai, pengetahuan dan praktik pertanian Masyarakat Adat yang punya nilai penting bagi Masyarakat Adat dan akan mendorong adanya Rapperda berdasarkan hasil riset ini.

Direktur Papua Democratic Institute (PD-Institute), Elvira Rumkabu, memperkenalkan kembali PD-Institute merupakan institusi pemikir (think tank) dan lembaga riset independen berbasis di Jayapura, Papua, yang didirikan pada 10 Desember 2023. Berperan sebagai lembaga perantara untuk advokasi pengetahuan dan kebijakan publik di Tanah Papua. Tujuan PD-Institute adalah mewujudkan keadilan di Tanah Papua dengan mendorong riset yang inklusif, partisipatif, ilmiah, dan independen, guna mendukung hak dan penghidupan masyarakat adat melalui riset yang dapat dipakai sebagai instrumen advokasi kebijakan.Papua Democratic Institute (PD-Institute) berfokus pada pendekatan partisipatif, di mana masyarakat adat dan komunitas lokal diposisikan sebagai sesama peneliti, bukan sekadar objek penelitian.

Ketua Badan Pengurus PD-Institute, Septer Manufandu mewakili tim peneliti menjelaskan temuan sementara dari penelitian ini. Septer menunjukkan hasil penelitian dari tahun 2025 hingga 2026 yang dilakukan dengan lokus 3 Distrik yaitu Distrik Hubikosi, Distrik Kurulu dan Distrik Wadangku.

Penelitian ini sangat penting untuk memastikan perlindungan hak masyarakat adat melalui penelitian partisipatif mengenai sistem pangan dan pertanian tradisional, guna memperkuat narasi masyarakat adat dan menjadi instrumen advokasi kebijakan bagi pemerintah daerah. Dengan pendalaman di ketiga lokasi Distrik yaitu Hubikosi, Kurulu, dan Wadangku, penelitian diharapkan dapat melihat persamaan dan perbedaan praktik pertanian tradisional, pengetahuan masyarakat, sumber kerentanan, serta strategi resiliensi masyarakat adat Hubula.

Kegiatan ini di implementasikan oleh PD-Institute dan Dewan Adat Papua dan didukung oleh Agroecology Fund.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top