Kunjungan dan diskusi bersama Yayasan Humanis & PD-Institute berlangsung pada 16 September 2026 di Jayapura, Papua. Pendekatan CBR ini dilakukan sebagai ruang silaturahmi dan diskusi tatap muka langsung oleh Yayasan HUMANIS di kantor mitra (Papua), agar proses pelaporan baik programatik maupun keuangan dapat berjalan lebih dialogis, santai, dan saling menguatkan.
Dalam upaya memastikan pelaksanaan program berjalan secara optimal, dinamis, dan tepat sasaran, proses monitoring dan evaluasi tidak sekadar menjadi formalitas pelaporan. Bagi Humanis dan para mitranya, setiap ruang diskusi dirancang untuk menggali proses secara mendalam serta memastikan setiap dampak dirasakan langsung oleh kelompok sasaran (rightsholders).
Secara umum, terdapat enam area utama yang menjadi fokus pembahasan dalam ruang kolaborasi ini:
Pertama Membaca Dinamika dan Perubahan Konteks
Sebuah program tidak berjalan di ruang hampa. Humanis secara aktif mencermati berbagai perubahan konteks mulai dari tingkatan lokal, nasional, regional, hingga global. Pemahaman terhadap pergeseran ini sangat penting untuk menilai sejauh mana dinamika luar dapat memengaruhi keberlanjutan proyek maupun kondisi kelompok sasaran di lapangan.
Kedua Memantau Perkembangan dan Implementasi Proyek
Proses ini menjadi ruang untuk meninjau secara menyeluruh setiap kegiatan yang telah dilaksanakan. Fokus utama diberikan pada kualitas keterlibatan bersama rightsholders, capaian atau keberhasilan yang telah diraih, serta berbagai kendala operasional yang dihadapi selama proses implementasi berlangsung.
Ketiga Menggali Cerita Dampak dan Pembelajaran Berharga
Di balik angka dan capaian teknis, ada cerita manusia dan pengalaman bermakna. Humanis mendorong para mitra untuk menggali kisah-kisah menarik dari lapangan serta melihat bagaimana cerita dan pengalaman tersebut dikomunikasikan serta dibagikan kepada publik maupun pemangku kepentingan lainnya.
Keempat Manajemen dan Mitigasi Risiko
Langkah antisipatif menjadi kunci keberhasilan program. Evaluasi risiko dilakukan untuk melihat apakah potensi risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya mulai muncul atau terdapat potensi risiko baru di lapangan. Dengan demikian, strategi mitigasi yang tepat dapat segera dirumuskan dan disiapkan.
Kelima Linking & Learning: Mengabadikan Pengetahuan
Sebagai salah satu pilar paling krusial, Linking & Learning menjadi wadah untuk merefleksikan kembali apa saja pembelajaran yang didapatkan selama pelaksanaan proyek. Melalui proyek Reclaim, proses ini memetakan bagaimana pembelajaran tersebut didokumentasikan serta menilai apakah ada perubahan cara kerja atau inovasi pendekatan baru yang lahir dari dinamika lapangan.
Keenam Transparansi Keuangan dan Penguatan Dukungan Kemitraan
Selain aspek teknis program, akuntabilitas keuangan juga menjadi prioritas. Diskusi ini mencakup kesesuaian antara rencana anggaran dan realisasi pengeluaran, pengidentifikasian hambatan finansial, serta pengumpulan masukan (feedback) dari mitra. Masukan ini sangat berharga agar Humanis dapat terus meningkatkan kualitas dukungan yang diberikan kepada para mitra secara berkelanjutan.
Melalui keenam fokus ini, kolaborasi antara Humanis dan PD-Institute tidak hanya berorientasi pada penyelesaian target kegiatan, tetapi juga pada proses tumbuh bersama yang akuntabel, adaptif, dan berdampak luas.
