Kathmandu, Nepal — Pembela Hak Asasi Manusia Perempuan dari berbagai negara di kawasan Asia dan Pasifik akan berkumpul dalam “Oasis of Reflection” 2026, sebuah ruang perjumpaan yang dirancang untuk berbagi pengalaman, melakukan refleksi, serta memperkuat dukungan dan solidaritas di antara para penggerak gerakan.
Kegiatan ini berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 di Kathmandu, Nepal. Oasis of Reflection menjadi ruang bagi para aktivis dan pembela hak asasi manusia perempuan untuk berbagi cerita mengenai berbagai tantangan yang dihadapi, capaian yang telah diraih, ketangguhan dalam menjalankan kerja-kerja gerakan, serta harapan dan aspirasi untuk masa depan.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, tetapi juga memberikan perhatian pada pentingnya pemulihan, perawatan, dukungan timbal balik, penguatan jejaring, dan pembangunan aliansi di antara para pembela hak asasi manusia. Di tengah berbagai tuntutan dan tekanan yang sering menyertai kerja-kerja advokasi, ruang untuk berhenti sejenak, merefleksikan pengalaman, dan saling menguatkan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan.
Salah satu gagasan penting yang menjadi perhatian dalam pertemuan ini adalah collective care atau perawatan kolektif dalam perspektif feminisme.
Perawatan kolektif melihat kesejahteraan bukan semata-mata sebagai tanggung jawab individu. Sebaliknya, menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional dipahami sebagai tanggung jawab bersama yang dibangun melalui komunitas. Dalam kerja-kerja gerakan, setiap orang tidak seharusnya dituntut untuk terus kuat dan mampu menghadapi berbagai tekanan seorang diri.
Gagasan ini juga menjadi penting sebagai refleksi kritis terhadap sistem kapitalisme yang cenderung mendorong individualisme dan keterasingan, termasuk melalui gagasan bahwa setiap orang bertanggung jawab secara pribadi untuk merawat dirinya sendiri. Dalam kerangka perawatan kolektif, kepedulian justru ditempatkan sebagai praktik bersama: saling mendukung, mendengarkan, berbagi beban, menciptakan ruang aman, dan memastikan bahwa orang-orang yang bekerja untuk perubahan sosial juga memiliki ruang untuk beristirahat dan pulih.

Dengan demikian, care bukan sekadar persoalan personal, tetapi juga bagian dari strategi keberlanjutan gerakan. Merawat diri dan merawat satu sama lain menjadi penting agar kerja-kerja advokasi tidak hanya mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga dapat terus berkembang dengan cara yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
“Tiga Ruang Refleksi”
Dalam Oasis of Reflection 2026, peserta akan mengeksplorasi tiga tema utama.
Pertama, Sisterhood, Care, Healing and Joy, yang mengajak peserta merefleksikan makna merawat diri sendiri dan satu sama lain. Tema ini juga membuka percakapan mengenai hal-hal yang membantu para penggerak gerakan untuk terus bertahan, menemukan pemulihan, dan merasakan kegembiraan di tengah kerja-kerja perjuangan.
Kedua, Our Stories, yang menjadi ruang untuk berbagi cerita mengenai tantangan, pengalaman, ketangguhan, harapan, dan aspirasi. Berbagi cerita menjadi cara untuk mengenali bahwa pengalaman yang dihadapi dalam kerja-kerja gerakan dapat memiliki irisan dengan pengalaman orang lain, sekaligus membuka peluang untuk saling belajar dan memperkuat solidaritas.
Ketiga, Our Future, yang mengajak peserta melihat ke depan dan mendiskusikan pengetahuan, keterampilan, serta sumber daya yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan diri dan memperkuat gerakan. Pembicaraan tentang masa depan tidak hanya berkaitan dengan strategi advokasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun gerakan yang mampu merawat orang-orang di dalamnya.
Keterlibatan PD-Institute sendiri yang diwakili oleh Elvira Rumkabu bertujuan untuk memperkuat jaringan bersama kelompok feminis dan pembela HAM perempuan di Asia dan Pasifik. Melalui ruang perjumpaan ini, Oasis of Reflection 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar forum berbagi pengalaman. Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mendengarkan, belajar dari satu sama lain, memulihkan diri, dan membangun kembali kekuatan kolektif untuk melanjutkan kerja-kerja perubahan sosial
Sebab, keberlanjutan sebuah gerakan tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat perjuangan yang dilakukan, tetapi juga oleh seberapa baik kita mampu merawat orang-orang yang berada di dalam perjuangan tersebut.
